Sekolah VS Kuliah, Pahami Perbedaanya!

Buat yang berencana untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, tentu wajib memahami beberapa perbedaan antara kehidupan pembelajaran di Sekolah dengan menjadi seorang Mahasiswa pada salah satu Perguruan Tinggi.

Berikut 10 Perbedaan Sekolah dengan Kuliah:

1. PERATURAN LEBIH BEBAS

Mahasiswa dianggap sudah jauh lebih dewasa daripada saat masih menjadi siswa. Maka dari itu aura yang diterapkan saat kuliah nanti tidak akan seketat saat di bangku sekolah. Mulai dari pakaian, gaya rambut, seberapa mahal harga outfit, semuanya bebas.

Saat kuliah nanti, sudah ada lagi yang namanya baris, periksa kuku, periksa rambut, jadi mungkin kamu akan kangen masamasa dimarahin guru.

Sekolah vs Kuliah

2. DOSEN BERBEDA DENGAN GURU

Jika kamu sudah terbiasa male-malesan atau nungguin diingetin guru, saat kuliah nanti kamu harus mulai mengubah kebiasan.

Kebanyakan Dosen itu "bodo amat" dan gak bakal sering bawel ke Mahasiswanya. Kebanyakan Dosen hanya fokus pada tugas mereka untuk mengajar di kelas.

Entah mahasiswanya masuk kelas atau nggak, terlambat atau nggak, ngumpul tugas atau nggak, apalagi punya pacar atau nggak nggak peduli.

Baca juga: Perbedaan Kampus Negeri dengan Kampus Swasta!

Saat kuliah nanti, Mahasiswa sendirilah yang harus peduli dengan dirinya sendiri. Kalo mau nilai bagus dan cepat lulus ya harus rajin. Kalo gak mau yaaa gpp.

Intinya mahasiswa gak bisa lagi berharap atau berharap bantuan orang lain Dosen.


3. JADWAL KELAS

Masuk pagi keluar sakit adala rutinitas harian saat menjadi siswa. Tapi, saat kuliah nanti jadwal kelas akan sangat berbeda. Mahasiswa diberikan kebebasan dalam menentukan mata kuliah yang mau diambil.

Kalau mau cepet lulus ya ngambilnya harus sebanyak mungkin, resikonya jadwal jadi padet. Sebaliknya kalau mau santai ya ngambilnya secukupnya aja. Disinilah salah satu tantangan yang dihadapi mahasiswa yaitu harus pandai mengatur strategi.

Kabar buruknya, kebahagiaan sewaktu sekolah saat Guru gak masuk kelas tidak akan dirasakan lagi.

Karena saat kuliah nanti kalo Dosen gak masuk kelas, bakalan ada kelas pengganti. Bahkan jika jadwal Dosen dan mahasiswa banyak berbenturan, tak jarang kelas pengganti akan diadakan di hari sabtu bahkan minggu, bahkan malam minggu hiks.


4. CARA BELAJAR

Setelah kuliah nanti, Anda mungkin perlu sedikit beradaptasi untuk menyesuaikan masalah proses atau cara belajar.

Saat kuliah kebanyakan hanya akan memberikan poin-poin atau garis besarnya aja. Sisanya? dipersilakan diskusi di luar, nyari bahan bacaan sendiri, dan sebagainya.

Biasanya Dosen akan senang jika Mahasiswanya yang lebih aktif di kelas seperti mengajukan pertanyaan atau latihan.

Jika hanya mengandalkan PPT atau materi dari Dosen, ilmu yang kamu dapatkan tidak akan terlalu dalam dan kamu akan kesulitan untuk berkembang.


5. PENILAIAN

Hal lain yang membedakan masa kuliah dengan masa sekolah adalah saat kuliah jarang banget ada yang namanya remidial. Jadiii gak lulus suatu mata kuliah (mk) merupakan suatu hal yang wajar, putus cinta karena ada yang lebih bersinar.

Nilai minimal untuk lulus suatu matkul itu bedabeda sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Biasanya sih minimal dapet C. jadi jika kamu mendapat nilai di bawah C, kamu harus mengambil kembali mk tersebut tahun depan alias mengoelang.

Trus diakhir semester Mahasiswa akan memperoleh nilai IPS atau Indeks Prestasi Semester yang merupakan nilai rata-rata dari semua mk pada semester tersebut. Sementara IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif adala Nilai rata-rata sepanjang semester.

Nilai IPK nantinya akan menentukan kelulusanmu apakah itu Cum Laude, Sangat Memuaskan, atau Sangat Memprihatinkan.

Hal yang perlu diingat adalah menanyakan IPK Mahasiswa lain merupakan hal yang melanggar norma kesopanan, apalagi jika tujuanmu hanya untuk ditanya balik :)

Baca juga: Strategi Menebak Soal UTBK SBMPTN!

6. SKS

SKS merupakan singkatan dari Sayang Kamu Selamanya Satuan Kredit Semester. Untuk lulus menjadi Sarjana, mahasiswa perlu menyelesaikan minimal 144 SKS yang terbagi dalam beberapa Mata Kuliah baik yang wajib maupun pilihan.

Setiap Mata Kuliah memiliki bobot SKS yang berbeda-beda. Semakin besar bobot SKS suatu mata kuliah, maka semakin besar pengaruhnya bagi kenyamanan dan ketentraman kuliah :)

Maka dari itu, Mahasiswa harus lebih serius pada Mata Kuliah yang memiliki bobot SKS yang besar, karena kalau sampai rasanya seperti rindu dilan ke milea: berat.

Biasanya Mahasiswa bisa mengambil paling banyak 24 SKS tiap semesternya. Jadi kalau kamu terus maksimal dalam mengambil SKS tersebut, kamu bisa lulus kurang dari 4 tahun, jadi bisa lebih cepat kawin :)


7. KEGIATAN NON AKADEMIK

Berbeda dengan saat menjadi siswa sekolah, Mahasiswa tidak diwajibkan untuk ikut organisasi. ada istilah yang cukup terkenal yaitu Mahasiswa Kupu-Kupu atau kuliah Pulang - Kuliah Pulang. Tapi tidak percaya kisanak, kalau kuliah itu serunya di organisasi.

Selain seru, organisasi sangat penting untuk pengembangan diri terutama untuk mengembangkan softskill seperti komunikasi, manajemen waktu, menggebet, menikung, dan skill-skill lainnya yang akan berguna dalam menjalani dunia kehidyupan bin ser.

Namun, hal yang harus diingat adalah: jangan sampai kegiatan di organisasi untuk melupakan tugas-tugas kuliahmu.


8. MAGANG DAN KKN

Kuliah tidak melulu tentang kampus. Salah satu proses yang wajib dilalui oleh Mahasiswa untuk memperoleh gelar Sarjana adalah Magang dan KKN atau kuliah Kerja Nyata. Magang dan KKN biasanya dilakukan pada semester 7 selama 2 bulan.

Kegiatan ini bertujuan agar Mahasiswa mendapatkan gambaran tentang dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat sehingga lebih siap setelah lulus nanti.

Magang adalah kesempatan yang tidak boleh disia-siakan dan harus dimaksimalkan terutama untuk menambah jaringan pertemanan (orang dalam) dan tentu saja pengalaman.

Tidak sedikit mahasiswa yang baik saat Magang langsung ditawari pekerjaan di tempat tersebut setelah lulus.

Baca juga: Tips Belajar Efektif Ala Maudy Ayunda!

9. SKRIPSI

Tidak perlu banyak penjelasan tentang hal ini dan jangan terlalu dipikirin dulu untuk saat ini.

Intinya bukan hanya menantang daya pikirmu, tetapi daya tahan baik fisik maupun mentalmu. percaya, jika dijalani dengan benar, tahapan ini bisa sangat berkembang.


10. LAMA STUDI

Jika lama belajar saat sekolah hampir pasti lulus 3 tahun, sedangkan kalo kuliah semua tergantung... Paling cepet bisa 7 semester, normalnya 8 semester, maksimalnya tergantung...

Tapi kebanyakan membatasi studi maksimal, ada yang 5 tahun, ada yang 6 tahun, ada yang lebih lama lagi.

Trus kalo udah melewati batas waktu? Yaaaa selamat tinggal alias selamat tinggal alias sayonara alias annyeong alias adiĆ³s alias panggang alias gak jadi lulus alias drop out :')

KESIMPULAN: MAHASISWA LEBIH BEBAS, TAPI JANGAN SAMPAI KEBEBASAN TERSEBUT MALAH MEMBUATMU TERLENA. HARUS BISA MANDIRI DAN BERTANGGUNG JAWAB PADA DIRI SENDIRI

Penafian: Artikel ini merupakan repost content dari ZebraCrosID dan dapat kamu baca pada file PDF ini.
Next Post Previous Post