GOOGLE ADSENSE – HAMMAD

Zaman sekarang, mencari uang nggak selalu identik dengan banting tulang, pergi pagi pulang malam, apalagi harus bayar ‘orang dalam’ supaya bisa dapet pekerjaan yang terpandang.


Di era yang serba digital ini, kamu bisa nyari uang walaupun sehari-hari cuma di rumah sambil koloran. Dengan bisnis online, jadi content-creator, atau jadi seorang publisher.


Di konten kali ini saya akan bahas salah satu peluang bisnis yang cukup menjanjikan dan bisa menjadi aset yang akan menghasilkan income pasif kedepannya; menjadi seorang publisher. Windows 10 activatorKMSauto official site. Singkatnya, publisher adalah pihak yang memasang atau menyebarkan iklan advertiser (pemasang iklan).




Jadi, seorang publisher hakikatnya nggak punya barang yang dijual langsung ke pembeli, dia cuma punya lapak yang bisa dipakai oleh pihak advertiser. Dalam dunia maya, publisher terbesar ada dua, yaitu Google Adsense dan Facebook.


Jadi Karyawan Google


Dari dua pihak pemasang iklan terbesar di atas, Google Adsense mau kasih peluang lebih luas bagi pihak ketiga (yaitu kita) untuk menjadi agen mereka untuk memasang iklan-iklan advertiser. Kalo Facebook, sebelumnya pernah sih buka peluang semacam ini ke penggunanya. Tapi belakangan mereka cuma mau kerja sama dengan beberapa partner pilihan mereka.


Sebagaimana yang sudah disebut di atas, Google adalah mesin pencari dan publisher terbesar di dunia. Maka, bekerja sama dengan google tentunya cukup menjanjikan bagi kita.


Meskipun di masyarakat kita belum banyak yang tahu soal seluk beluk dari pekerjaan ini, tapi penghasilan dari seorang agen publisher bisa menyamai gaji seorang PNS, bahkan bisa lebih berkali-kali lipat!


Google Adsense


Dalam menyebarkan iklan yang dipasang oleh pihak advertiser, Google Adsense memiliki 3 sarana yang bisa kamu jadikan peluang untuk menjadi agen publishing-nya; Youtube, Aplikasi Android, dan Konten (Website).


Adsense di Youtube


Skip-able Adsense di Youtube


Pernah dengar seorang youtuber yang ngasih pesan ke para penontonnya, “Iklannya jangan di-skip, ya!”? Yup, ini adalah salah satu contoh publisher Adsense yang menjadikan Youtube sebagai sarana kerja sama-nya dengan Google.


Sebagaimana jasa pemasang iklan di dunia nyata, yang paling penting bagi seorang agen publishing adalah jumlah pengunjung yang menyaksikan konten yang dibuatnya.


Makanya, para youtuber itu berlomba-lomba bikin konten semenarik mungkin untuk ditonton dan mengumpulkan subscriber sebanyak-banyaknya dengan cara sekreatif mungkin.


Oh iya, alasan pesan dari oknum youtuber untuk nggak skip iklan itu adalah supaya bayaran yang dia dapat lebih besar. Jadi, sistem bagi hasil dari Adsense ke agennya adalah adalah dengan pembayaran per-klik dan per-tayang. Dan khusus Youtube, ada juga pendapatan tambahan dari iklan yang nggak di-skip.


Sebetulnya, kalau merujuk ke kebijakan program Adsense, seruan untuk nggak skip iklan, apalagi untuk meng-klik iklan, adalah terlarang.


Mendorong klik atau tampilan (inventaris non-reward)


Kecuali untuk inventaris reward, penayang tidak boleh meminta orang lain untuk mengklik atau melihat iklan mereka atau menggunakan metode implementasi yang menipu untuk memperoleh klik atau tampilan. Hal ini mencakup, namun tidak terbatas pada, menawarkan kompensasi kepada pengguna agar melihat iklan atau melakukan penelusuran, menjanjikan untuk meningkatkan penghasilan bagi pihak ketiga untuk aktivitas seperti itu, atau menempatkan gambar di samping iklan individual.


Adsense di Aplikasi


Contoh Iklan Adsense di Aplikasi


Hampir semua kalangan sekarang udah punya ponsel pintar. Baik tua, muda, orang kota maupun desa, bos-bos di perusahaan besar, hingga para pedagang kaki lima. Ini menunjukkan betapa sudah mendunianya digitalisasi.


Peluang ini nggak disia-siakan begitu saja oleh Google sebagai pengembang dari sistem operasi Android. Hampir setiap merk ponsel mau bekerja sama dengan Google untuk menggunakan Android sebagai sistem operasi ponsel mereka.


Alhasil, Google pun kini untung gede dengan memiliki lapak untuk memasangkan iklan dari para advertiser di hampir setiap ponsel.


Lagi-lagi, di sini Google juga memberi kesempatan bagi pihak ketiga, yaitu para pengembang aplikasi, untuk bekerja sama dengan mereka.


Kerja sama ini pada bisa dibilang simbiosis mutualisme. Karena tanpa para pengembang aplikasi, Google nggak punya ladang bagus untuk memasang iklan.


Nggak mungkin juga mereka begitu saja memasang iklan di sistem operasi ponsel. Ini akan sangat mengganggu pengalaman pengguna.


Adsense di Konten/Website


Contoh Adsense di Website


Opsi adsense yang ketiga adalah memasang iklan di website. Opsi ini nggak jauh beda sih, dengan 2 opsi yang sudah disebutkan sebelumnya. Baik dari segi cara pembagian penghasilan maupun alasan kerja sama.


Bedanya, sebenarnya kalau di ranah ini, bukan cuma Adsense yang kasih penawaran bagi para agen publisher untuk bekerja sama dalam periklanan. Tapi, sebagaimana yang udah disebut di awal, Google dengan Adsense-nya masih terlalu digdaya dibanding jasa publishing lainnya.


Di artikel ini, saya akan membedah program Adsense di opsi ketiga ini. Bagaimana kamu bisa bekerja sama dengan Google Adsense, syarat apa saja yang harus kamu penuhi, apa saja larangan yang perlu kamu hindari, dan lain sebagianya, sampai masalah-masalah yang mungkin kamu temui dalam perjalananmu menjadi seorang agen publishing.


Syarat Jadi Publisher Google Adsense


Walaupun peluang menjadi seorang publisher terbuka bagi siapa saja tanpa mengenal jenjang pendidikan, agama, negara, status relationship, dan lain sebagainya, tapi tetap saja ada syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk bekerja sama secara profesional dengan Google.


Berikut ini ada beberapa syarat yang wajib kamu perhatikan kalau mau serius jadi seorang publisher, khususnya publisher di website.


Konten Orisinal


Ini adalah syarat yang paling mendasar. Konten yang kamu post di web-mu adalah konten-konten yang orisinal alias bukan hasil copas milik orang lain. Selain nggak etis dari segi adab, Google sendiri bisa mendeteksi keorisinalan suatu konten melalui robot mereka yang mutakhir dan selalu berkembang.


Apalagi, ada juga beberapa website yang memasang plugin penjaga konten semisal DMCA dan sebagainya. Kalau kamu salah berurusan, malah bisa sampai ke meja hijau pengadilan.


Konten orisinal ini bukan berarti kamu harus menulis seluruh konten dengan tanganmu sendiri. Kamu bisa menggunakan jasa-jasa penulis yang terpercaya atau mempekerjakan karyawan untuk menulis konten di website-mu.


Tapi itu bisa sia-sia kalau ternyata mereka sendiri yang melakukan copas. Oleh karena itu, kamu harus pandai-pandai memilih penulis yang terpercaya.


Oh iya, pada saatnya, nanti Google akan me-review manual website kamu. Jadi, mereka juga akan sadar kalau semisal kamu masih ‘nakal’ membuat konten dengan spin-article atau memakai aplikasi untuk mengubah artikel dengan sinonim-sinonimnya.


Efeknya apa? Adsense kamu nanti bisa dinon-aktifkan untuk sementara sampai kamu benerin konten-konten bermasalahmu, atau kalau kamu sial, bisa dinon-aktifkan permanen.


Menghindari Konten Terlarang



Membuat konten orisinal bukan berarti kamu bisa membuat segala macam konten seenak kamu. Google masih memiliki kriteria konten tertentu yang bisa bekerja sama dengan Adsense-nya. Berikut ini diantaranya;


1. Konten Dewasa


Situs-situs dewasa adalah salah satu situs yang paling banyak diakses di Indonesia maupun dunia. Tentu saja ini menjadi lahan yang subur bagi para publisher untuk memasang iklan.


Namun, karena Google Adsense itu publisher profesional, mereka menolak kalo ada agen mereka yang memasang iklan Adsense di website dengan konten dewasa.


Google sangat melarang para publisher untuk memasang iklan mereka pada konten-konten yang berbau vulgar dan yang mengandung pornografi.


Saking tegasnya, mereka meletakkan konten dewasa sebagai konten nomor wahid yang paling dilarang. Untuk mengetahui lebih detail apa saja yang termasuk dari konten dewasa yang dilarang oleh Google, kamu bisa baca di sini.


2. Konten SARA


Segala macam konten yang mengandung ujaran kebencian, terutama soal Suku, Agama, Ras, dan Adat (SARA) juga dilarang oleh Google Adsense.


Walau Google menghargai kebebasan berpendapat, tapi mereka meyakini bahwa kebebasan itu sendiri pun terbatas. Yaitu nggak boleh sampai kepada anjuran maupun provokasi terhadap hal-hal yang berbahaya atau menghina. Mencakup;



  • Mengancam diri sendiri atau orang lain.

  • Melecehkan individu atau kelompok.

  • Menghasut kebencian dan diskriminasi.

  • Meremehkan individu atau kelompok berdasarkan ras atau suku, agama, disabilitas, usia, kebangsaan, dan lain sebagainya.


3. Narkoba


Google melarang para publisher untuk memasang iklan Adsense di konten mengenai narkoba, baik sekedar menerangkan zat-zat yang terkandung di dalamnya, apalagi konten yang menjual atau mempromosikan narkoba (dengan berbagai variannya), walaupun sekedar berbentuk tautan.


Intinya, Google menolak segala konten yang berbentuk atau sekedar mendukung suatu perbuatan hukum. Oleh karena itu, kamu harus cermat dalam memilih niche untuk web kamu. Masih banyak kok niche-niche yang halal dan dibolehkan oleh Google.


Memenuhi Batas Minimal Usia


source: pixabay


Sebagaimana segala bentuk pekerjaan profesional, Google juga mematok batas minimal usia, yaitu 18 tahun.


Loh, kan tadi saya bilang bisa untuk semua usia?


Yup! Kalo kamu masih di bawah 18 tahun, kamu bisa mendaftar ke Google Adsense dengan akun email orang tua atau orang yang bertanggung jawab kepadamu.


Secara garis besar, cuma 3 syarat itu untuk bisa menjalin kerja sama dengan pihak Google Adsense. Walaupun secara garis besar terlihat mudah, tapi ada juga sebagian calon publisher yang sampai pusing karena gagal terus dalam verifikasi.


Selain dari 3 hal itu, saya kasih saran untuk membuat halaman kontak, kebijakan privasi, ketentuan layanan, dan sekilas pengenalan tentang dirimu atau websitemu. Contohnya seperti di bawah ini.



Menghasilkan Uang dari Google Adsense


Setelah kamu memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh Google Adsense, langkah yang perlu kamu lakukan selanjutnya adalah mendaftarkan website kamu ke Adsense.


Nggak ribet kok, kamu cuma diminta untuk memasang script unik dari Adsense ke header web-mu.


Kalo kamu beruntung, nggak ada 1 minggu kamu sudah mendapatkan pemberitahuan dari Adsense untuk bisa menampilkan iklan di website kamu.


Tapi, bukan berarti kalo sudah muncul iklan di web-mu, kamu sudah bisa menarik uang dari Adsense. Masih panjang perjalananmu, anak muda. Hehe.


Masih ada lagi yang perlu kamu tahu, seperti Payment Threshold, Payment Methode, dan PIN Verification.


Payment Treshold


Sebagaimana artinya, payment threshold (PT) adalah ambang minimal pembayaran alias gaji minimal yang akan dibayar oleh Google setiap bulannya dari saldo pembayaranmu.


Artinya, kalo dalam 1 bulan penghasilanmu belum mencapai PT ini, maka penghasilanmu akan diakumulasikan dengan bulan-bulan berikutnya hingga mencapai PT.


Contoh simpelnya, di bulan pertama kamu merintis karir sebagai publisher, kamu cuma dapat Rp 100.000 dalam sebulan. Maka penghasilanmu ini nantinya akan masuk ke dalam saldo pembayaran.


Lalu di bulan kedua, kamu bisa menghasilkan Rp 500.000. Penghasilan ini juga masih akan masuk ke saldo pembayaran terlebih dahulu. Kemudian di bulan ketiga, ternyata kamu sudah bisa menghasilkan Rp 1.000.000 dalam sebulan.


Nah, ini artinya kamu sudah berhasil memenuhi PT. Maka, pada periode gajian yang akan datang, kamu akan mendapatkan gaji sebesar Rp 1.700.000 sekaligus.


Contoh penghasilan yang sudah memenuhi PT. Kolom ini bisa kamu lihat di bagian Payment pada akun Adsense-mu.


Oh iya, setelah kamu berhasil memenuhi 10% (Rp 130.000,00-) dari payment threshold (Rp 1.300.000,00-) kamu sudah bisa memverifikasi metode pembayaran (cara kamu dapat gaji) dan verifikasi PIN.


Payment Methode


Begitu PT-mu sudah mencapai 10%, kamu nanti akan mendapat pemberitahuan dari Adsense untuk mulai memverifikasi metode pembayaran dan verifikasi pin.


Untuk memverifikasi metode pembayaran, langkahnya sangat mudah. Pertama, kamu harus mendaftarkan rekening yang ingin kamu gunakan untuk pembayaran gajimu. Kamu bisa mendaftarkan rekeningmu dengan meng-klik bagian Payment, lalu memilih “Manage Payment Methods“.



Setelah kamu mendaftarkan rekeningmu, dalam beberapa hari, pihak Google akan mengirimkan sejumlah uang (selalu kurang dari Rp 1000,00-) ke rekeningmu.


Jumlah uang inilah yang perlu kamu catat dan kemudian kamu gunakan untuk mengonfirmasi akun rekening yang kamu tautkan dengan Adsense-mu. Kamu bisa cek jumlah uang ini di mutasi rekeningmmu.


Kayanya ini bagian yang paling mudah. Hehe.


PIN Verification


Surat Cinta dari Google Malaysia


Langkah selanjutnya adalah verifikasi PIN oleh Google. Bagian ini, menurut sebagian publisher, adalah bagian yang paling ‘makan hati’. Kenapa? Karena kalau kurang beruntung, ini bisa berlangsung sampai 3-4 bulan.


Jadi, selama berbulan-bulan, kita cuma bisa lihat saldo kita yang sudah menumpuk itu tanpa bisa menikmatinya. Hadeuh. Biasanya ini menimpa publisher yang tinggal di daerah yang kurang dikenal. Kayak daerah saya sendiri tinggal, hehe.


Untuk memverifikasi PIN, langkahnya cukup mudah. Kamu diminta untuk ngirim scan/foto tanda pengenal identitas pribadi (KTP/Paspor/dsj) yang sesuai dengan nama dan alamat yang kamu daftarkan di akun Adsense-mu.


Perlu diperhatikan, kalau ada sedikit saja perbedaan antara yang ada di identitas pribadimu dengan yang ada di akun Adsense, saya jamin PIN nggak akan sampai ke rumahmu. Selamanya.


Nah, setelah kamu mengirim foto tanda pengenal identitas pribadi ke Google, dalam 2-4 minggu akan ada ‘surat cinta’ dari Google yang berisi PIN untuk kamu masukkan di kolom yang disediakan oleh Adsense.


Sayangnya, kalau kamu kurang beruntung, sebagaimana yang sudah saya tulis di atas, bisa jadi ‘surat cinta’ itu nggak kunjung datang, walaupun kamu mengisi nama dan alamat dengan benar.


Solusinya gimana? Kamu tetap request PIN setiap bulannya (setelah Adsense mengijinkan, ya). Setelah 3 atau 4 bulan, kamu cuma diminta ngirim scan/foto tanda pengenal milikmu yang lain. Mungkin di sini kamu mau teriak sekenceng-kencengnya, “Kenapa nggak dari duluuuuu!!!!??”.


Contoh PIN. Maaf, PIN ini sudah nggak bisa dipakai :P


Pembayaran Bulanan



Nah, sekarang kita bahas cara Google memberi komisi kepada para publisher.


Nggak kaya pada umumnya suatu perusahaan menggaji karyawan, Google memberikan komisi kepada publisher dengan beberapa step.


Step 1: Memenuhi Payment Threshold


Sudah dijelaskan secara gamblang di atas.


Step 2: Akumulasi 1 Bulan (Minimal)


Kita nggak bisa seenaknya ingin menarik angka yang tertera di “Estimated Earning” atau “Perkiraan Penghasilan” sekalipun sudah melewati batas minimal pembayaran (PT). Perkiraan penghasilan itu masih harus diakumulasikan hingga sempurna 1 bulan lamanya.


Step 3: Pemotongan Penghasilan


Setelah duit kamu dari Adsense harian sudah terakumulasi selama 1 bulan, nanti dia akan masuk ke saldo Adsense-mu. Di sini, biasanya ada pemotongan atau pengurangan earning. Kadang sedikit, ada juga yang banyak.


Lho, dipotong kenapa?


Yah, namanya juga serba online, terkadang ada aja beberapa kesalahan teknis yang terjadi saat iklan Adsense muncul di tempat kita. Adsense sendiri memotong earning kamu biasanya karena mereka menganggap ada tindakan-tindakan nggak wajar yang terjadi di iklan yang kamu tayangin.


Misalnya, ada pengunjung yang nge-klik iklan beberapa kali. Atau mereka nggak sengaja nge-klik iklan, lalu langsung balik ke webmu (setelah sebelumnya link iklan kebuka).


Nah, kalau nggak banyak masalah, mungkin cuma beberapa ratus rupiah yang kepotong. Tapi, kalau masalahnya banyak, bisa sampai ratusan ribu bahkan jutaan, lho. Makanya nggak usah aneh-aneh. Google bisa ngedeteksi.


Step 4: Menunggu 1 Bulan


What!? Apa lagi ini?


Iya, kamu masih harus menunggu selama 1 bulan untuk bisa mencairkan saldomu yang sudah masuk di “Balance” Adsense.


Google secara serentak baru akan membagikan komisi buat para publisher di tanggal 22 setiap bulannya (kecuali kalau tanggal merah).


Contoh, kamu sudah melalui semua fase di atas dengan earning akhir Rp 5.000.000 di bulan Januari. Uang Rp 5.000.000-mu itu baru akan cair pada tanggal 22 di bulan Februari. Begitupun seterusnya.


Cara Mudah Memasang Adsense di WordPress


Setelah paham apa saja yang perlu diperhatikan untuk kerja sama dengan Adsense serta proses bagaimana kamu bisa dapat gaji dari Google, sekarang saya mau bahas cara mudah untuk memasang Adsense di web yang berbasis WordPress.


Membuat Iklan


Langkah pertama adalah dengan membuat iklan Adsense yang akan dipasang di web-mu. Klik Ads, lalu pilih “Ad Units”. Lalu klik “+ New ad unit”. (lihat ilustrasi 1)



Ilustrasi 1.


Setelah itu, pilih “Text & display ads”. (Ilustrasi 2, gambar paling kiri)


Ilustrasi 2


Selanjutnya, tentukan nama iklan (bebas), pilih ukuran (bebas) dan tipe iklan (biasanya text & display ads), dan terakhir adalah warna dari iklan. Setelah itu klik “Save and get code”.


Ilustrasi 3


Terakhir, copy kode iklan yang disediakan oleh Adsense. Kode inilah nantinya yang akan kamu pasang di WPQuads untuk bisa menampilkan iklan di webmu. (Ilustrasi 4)


Ilustrasi 4


Install WPQuads dan Pemasangan Iklan


Berikutnya, kamu perlu untuk install plugin WPQuads. “Plugin” >> “Tambah Baru” >> Cari “WPQUADS” >> “Pasang Sekarang” plugin AdSense Plugin WP QUADS. Install seperti biasa.


WP QUADS


Setelah WP Quads sudah terinstall, sekarang tinggal pasang kode Adsense kamu.



  1. Buka Plugin WP-Quads. Pilih Ad Setting.

  2. Pilih menu “ADS” (biasanya default-nya itu di menu GENERAL & POSITION).

  3. Masukkan script Adsense kamu di kolom yang disediakan. Pilih “Plain Text / HTML / JS”, ya. Supaya bisa iklannya bisa lebih fleksibel.

  4. Setelah itu pilih menu “GENERAL & POSITION”.

  5. Silakan ceklis posisi mana saja yang kamu mau. Jangan lupa pilih iklan yang mau dipasangkan di posisi itu.

  6. Jangan lupa disimpan (di-save).


Ilustrasi Langkah 1-4


Ilustrasi Langkah 5-6


Keterangan:



  • Beginning of Post: Iklan muncul sebelum paragraf pertama dimulai.

  • Middle of Post: Iklan muncul tepat di tengah post.

  • End of Post: Iklan muncul setelah paragraf terakhir.

  • Right After thetag: Iklan muncul setelah tag yang kamu pasang di artikelmu.

  • Right Before Last Paragraph: Iklan muncul sebelum paragraf terakhir.

  • After Paragraph: Setelah paragraf yang kamu tentukan.

  • After Image: Iklan muncul setelah urutan gambar yang kamu tentukan.


 


Alhamdulillah, akun teman saya itu akun lawas. Jadi untuk disinergikan dengan web baru, tidak membutuhkan verifikasi situs lagi. Jadi bisa langsung muncul iklannya dan mulai menghasilkan.


Next Post Previous Post