Cloud Computing: Pengertian, Contoh dan Penerapannya

Artikel ini membahas secara lengkap tentang topik cloud computing.


Pada artikel ini kamu akan belajar tentang dasar-dasar cloud computing dan penerapannya. Berikut ini beberapa bahasan yang akan kamu pelajari:



  • Pertama, cara kerja teknologi cloud computing.

  • Kedua, 7 manfaat teknologi cloud computing.

  • Ketiga, penerapan teknologi cloud computing di era digitalisasi beserta contohnya.

  • Terakhir, kelebihan dan kekurangan cloud computing.


Jadi, jika kamu ingin mempelajari ilmu rahasia cloud computing, artikel ini cocok untuk kamu. Let’s dive in!


Apa itu Cloud Computing?


Revolusi industri 4.0 berkembang dengan sangat pesat di berbagai lini bisnis. Digitalisasi membuat segala aspek bisnis menjadi mudah, terintegrasi dan efisien. Dengan adanya teknologi cloud computing semua bisnis semakin produktif.


Kenapa bisa begitu?


Karena teknologi ini merubah cara kerja dan paradigma sistem informasi dalam menjalankan perusahaan. Baik itu perusahaan startup, perusahaan nasional maupun perusahaan multi nasional.


Kok bisa gitu? Karena cloud computing dapat membuat semua elemen perusahaan dapat saling terhubung dalam satu sistem. Dan segala informasi dapat kamu akses lebih cepat melalui perangkat mobile. Jadi, setiap sendi perusahaan akan terintegrasi dan saling terhubung secara real time. Menarik, bukan?


Kamu penasaran sejauh mana teknologi terbaru ini telah berkembang di Indonesia? Terus baca ya, nanti saya akan menjawabnya di akhir artikel.


Tapi, sebelum itu, saya ingin kamu paham terlebih dahulu tentang “cloud computing”. Saat ini, ada banyak sekali definisi yang tersebar di internet.


Mungkin kamu yang suka cocok logi, kamu akan langsung menebak melalui artinya.



  • Cloud berarti awan.

  • Computing berarti komputasi.


Jadi, cloud computing adalah komputasi awan. Haha.


Penafsiran tersebut tidaklah salah, akan tetapi kurang tepat. Di sini, saya akan menjelaskan cloud computing secara lebih jelas. Dengan begitu, pemahaman kita akan berada pada satu frekuensi. Dan kamu dapat memahami berbagai ilmu penting tentang komputasi awan yang akan saya bahas di chapter berikutnya.


1_apa_itu_cloud_computing
Gambar ilustrasi komputasi awan

Cloud computing adalah suatu tren/konsep/teknologi baru tentang komputasi. Di mana, penyimpanan database dan aplikasi dapat diakses melalui jaringan internet. Teknologi ini menawarkan terobosan baru untuk akses data yang lebih cepat, lebih murah, efisien dan fleksibel. Jika kamu menggunakan komputasi awan, maka kamu hanya membayar apa yang terpakai saja.


Contoh Layanan Cloud Computing


Saya kasih contoh sederhana! Kamu pernah membeli server VPS Vultr? Vultr menerapkan teknologi cloud computing untuk mengelola server secara online. Pengguna hanya membayar biaya server sesuai jumlah penggunaannya. Jadi, kamu akan mendapatkan tagihan sesuai lama penggunaan.


Ada 2 jenis tagihan pada VULTR:



  • Pertama, tagihan pemakaian per jam (hourly).

  • Kedua, tagihan pemakaian bulanan (monthly).


Teknologi ini membuat biaya server jauh lebih murah. Dan pengguna dapat lebih fleksibel dalam menggunakan layanan VULTR.


Ingin contoh lagi? Okay!


Kamu pernah memakai layanan Google Drive untuk penyimpanan data?


Untuk mengakses layanan Google Drive, kamu tidak perlu mendownload aplikasi secara utuh. Kamu cukup memiliki akun Gmail dan koneksi internet saja.


Selanjutnya, kamu tinggal melakukan penyimpanan data ke dalam sistem penyimpanan awan di Google Drive.


Jika perangkatmu mengalami kerusakan data maka kamu dapat melakukan pemulihan menggunakan akun Google milikmu. Sistem akan memulihkan (restore) data pada perangkatmu. Semua proses terjadi secara cepat melalui koneksi internet.


Sampai di sini paham ya? Dengan adanya teknologi komputasi awan, software engineer dan pengusaha dari lintas negara dapat saling berkolaborasi. Kamu dapat bertukar data pemrograman secara real-time. Proses revisi, audit dan analisis bisnis menjadi jauh lebih mudah.


Contohnya adalah teknologi Github. Perusahaan Github menggunakan teknologi cloud computing untuk mewadahi software engineer dari berbagai belahan dunia untuk saling berkolaborasi.


Semakin menarik, bukan?


Baik, saya akan mengajak kamu menyelam lebih dalam untuk melihat teknologi komputasi awan secara teknis. Pada pembahasan berikutnya, saya akan menjelaskan tentang cara kerja cloud computing. Yuk, lanjut baca!


Bagaimana Cara Kerja Teknologi Cloud Computing?


Cara kerja cloud computing sebenarnya mudah dari sisi pengguna. Kamu hanya perlu koneksi internet dan beberapa klik saja. Dari sisi server, komputasi awan dapat berjalan 24 jam secara online pada jaringan internet. Jadi, komputasi awan tidak terikat dengan perangkat yang kamu pakai.


Wah, keren ya! Tapi, ada satu hal yang perlu saya garis bawahi. Biarpun bisa akses 24 jam secara bebas, kamu tetap mendapat batasan dalam jumlah penyimpanan. Hehe. Biasanya kuota penyimpanan sesuai paket berlangganan yang kamu pilih.


Okay, mulai dari sini saya akan menjelaskan cara kerja cloud computing secara teknis.


Perhatikan baik-baik ya!


Kamu bisa membayangkan cara kerja cloud computing seperti jasa penitipan barang. Akan tetapi, semua berjalan secara online. Contoh paling gampang adalah jasa penyimpanan file digital pada layanan Google Drive.


Google menyediakan jasa penyimpanan file digital secara gratis dan berbayar.



  • Untuk pengguna gratis, Google memberikan cloud storage sebesar 15GB.

  • Bagi pengguna berbayar, Google memberikan cloud storage sebesar 1TB – unlimited.


Untuk lebih jelasnya, silakan lihat gambar di bawah ini:


contoh layanan cloud computing
Contoh teknologi Gsuits

Tidakkah menakjubkan jika kamu bisa bebas menyimpan dan mengedit dokumen secara online? Kamu dapat bekerja bersama staff, klien ataupun pengguna lain dengan Gsuits. Bahasa kerennya, real time worksheet. Sehingga, pengguna dapat saling terhubung dari berbagai tempat. Biarpun mereka sedang bekerja dari luar kota.


Pada kasus lebih rumit, kamu dapat menyewa cloud computing negara lain. Misalnya, AWS (Amazon Web Services). Kamu bisa menyewa server tersebut untuk melakukan pemodelan komputasi machine learning. Tanpa adanya teknologi komputasi awan, menggunakan resource skala besar di beda negara itu sangat mustahil.


Struktur Cloud Computing


2_struktur_cloud_computing
Ilustrasi struktur komputasi awan

Kamu bisa membayangkan cloud computing memiliki struktur umum yaitu front-end dan back-end. Pada sisi front-end terdapat interface dan aplikasi yang diperlukan dalam mengakses platform komputasi awan. Sementara pada sisi back-end, lebih mengacu pada sumber daya.


Sumber daya ini merupakan inti dari layanan cloud computing. Layanan ini bergantung dengan si penyedia/provider. Layanannya bisa berupa virtual machine learning, server, data storage, IoT dan lain sebagainya. Teknologi komputasi awan memiliki sistem distribusi yang sangat bagus.


Di mana, penyedia layanan memiliki banyak hard disk yang berfungsi sebagai media distribusi database yang terintegrasi secara online. Teknologi komputasi awan menyimpan database di banyak hard disk / mesin. Jadi, jika sewaktu-waktu satu unit gagal bekerja maka komponen lain akan mengambil alih secara otomatis.


Seperti itulah teknologi komputasi awan saat ini. Intinya, struktur cloud computing sangat bergantung pada bagaimana penyedia layanan dalam merancang sistem pendistribusian database.  Entah melalui rekayasa pada sumber daya, atau melalui algoritma yang dimiliknya.


Jenis-Jenis Cloud Computing


3_jenis_cloud_computing


Seiring meningkatnya kepopularan cloud computing, muncul berbagai jenis layanan baru. Beberapa model memiliki strategi penyebaran data yang sangat efisien. Dengan demikian, komputasi awan dapat memenuhi berbagai kebutuhan spesifik pengguna dengan sangat terperinci.


Salah satu contohnya adalah model deployment. Model ini diklasifikasikan berdasarkan lokasi atau layanan yang ditawarkan. Berikut 4 jenis cloud computing berdasarkan model deployment.


1. Public Cloud


Jenis cloud ini biasanya digunakan untuk interaksi B2C (Business to Consumer). Jadi, sumber daya yang dimiliki penyedia akan digunakan bersama-sama. Masalah klasik tentang penggunaan sumber daya secara kolektif adalah sistem keamanan.


Kamu tidak perlu cemas, karena public cloud sudah memiliki sistem keamanan yang handal. Dengan menggunakan public cloud, kamu bisa mengakses komputasi awan kapan pun dan di mana pun. Dengan demikian, pekerja akan lebih fleksible dalam bekerja.


2. Community Cloud


Community Cloud adalah layanan cloud computing yang hanya mencakup sebuah komunitas atau organisasi tertentu. Jadi, segala akses pengaturan, kepemilikan, serta pengoperasian cloud, milik pengelola komunitas tersebut.


Jaringan yang diperlukan juga dapat dibuka secara intranet maupun jaringan internet. Semua kebijakan penggunaan tergantung dari keputusan pengelola komunitas / organisasi tersebut.


3. Private Cloud


Sesuai dengan namanya, private cloud bersifat private / khusus. Private Cloud menggunakan jaringan milik sendiri / organisasi. Bedanya dengan community cloud adalah pada tujuannya. Biasanya private cloud lebih ke pengembangan secara rahasia. Dan community cloud lebih ke pengembangan open source.


4. Hybrid Cloud


Jenis hybrid cloud mempunyai arti penggabungan. Secara sederhana contoh dari hybrid cloud adalah gabungan public cloud dan privat cloud. Jadi, kamu menggunakan public cloud namun memiliki akses data ke penyimpanan pribadi pada private cloud.


Selain model deployment, ada satu lagi model cloud computing yang jarang orang tahu yaitu model layanan. Model ini lebih ke fokus pada jenis layanan jasa. Tunggu, tunggu dulu cerita saya belum selesai.


Jenis Layanan Jasa Cloud Computing


Pada pembahasan sebelumnya, saya sudah menjelaskan komputasi awan dengan model deployement. Sekarang, saya akan lebih fokus ke model layanan jasa. Berikut ini merupakan 3 jenis layanan jasa cloud computing yang perlu kamu ketahui.


1. Software as a Service (SaaS)


Jenis layanan Software as a service (SaaS) fokus pada penyediaan layanan aplikasi siap pakai. Jadi, kamu bisa langsung mengintegrasikan teknologi SaaS ke dalam bisnis milikmu. Contoh produk SaaS adalah Google Docs, Google Spreadsheet dan Adobe Creative Cloud. Pada dasarnya kamu tidak perlu pusing tentang hal teknis.


Kamu tidak perlu memikirkan bagaimana pengelolaan dan mekanisme penyimpanan secara fisik. Kamu hanya perlu membuat library penyimpanan file milikmu secara online. Sisanya, biarkan penyedia layanan Software as a Service (SaaS) yang mengerjakannya.


2. Platform as a Service (PaaS)


Layanan ini biasanya menyediakan platform yang dapat kamu gunakan untuk membuat sebuah aplikasi. Jika kamu masih bingung, saya akan menggunakan analogi yang lebih mudah.


Bayangkan kamu menyewa “rumah” (tools pembuatan aplikasi) dan “lingkungan rumah” (network, database engine, sistem operasi, framework aplikasi dan lain sebagainya) untuk menjalankan aplikasi yang akan kamu buat.


Sebagai penyewa, kamu tidak perlu lagi memikirkan pemeliharaan “rumah” beserta “lingkungannya” karena penyedia PaaS yang akan melakukannya. Jadi, kamu bisa fokus mengembangkan aplikasi yang dibuat di dalam “rumah” tersebut. Contoh yang bisa saya berikan adalah Amazon Web Service, Windows Azure, dan Google App Engine.


3. Infrastruktur as a Service (IaaS)


IaaS adalah kategori paling dasar dari layanan cloud computing yang memungkinan kamu menyewa infrastruktur TI dari penyedia cloud. Hal yang bisa kamu sewa seperti server, storage, jaringan hingga data center.


Sederhananya seperti menyewa komputer virtual yang masih kosong. Setelah kamu sewa, kamu bisa menambahkan komponen seperti: CPU, RAM, Storage, dll, guna membangun komputer virtual sesuai kebutuhan.


7 Manfaat dari Teknologi Cloud Computing


Mungkin kamu bertanya, apa manfaat dari teknologi cloud computing? Apakah teknologi ini benar-benar akan menjadi teknologi andalan di masa depan? Berikut ini 7 manfaat dari teknologi komputasi awan yang perlu kamu tahu:



  1. Menghemat biaya di bidang infrastruktur IT.

  2. Fleksibel dalam menyesuaikan kebutuhan spesifik konsumen.

  3. Alur kerja dan sistem kerja menjadi lebih efektif dan efisien.

  4. Mudah dalam manajemen dokumen dan data penting perusahaan.

  5. Lebih hemat waktu.

  6. Skalabilitas tinggi. Jadi, kamu dapat melakukan scale up tanpa perlu membangun infrastruktur yang besar.

  7. Cepat dalam pemulihan saat terjadi bencana (Disaster Recovery Plan).


Contoh Penerapan Teknologi Cloud Computing di Era Digital


Pada zaman modern seperti saat ini, tentu banyak bidang yang menerapkan teknologi komputasi awan. Mulai dari bidang pemerintahan, pendidikan, kesehatan hingga telekomunikasi. Langsung saja, berikut contoh penerapan teknologi cloud computing 2020.


1. Bidang Kesehatan


Salah satu teknologi yang menggunakan cloud computing di bidang kesehatan adalah Telemedicine. Layanan bidang kesehatan ini mencakup layanan kesehatan jarak jauh beserta bentuk pengobatannya. Layanan ini memanfaatkan media interaksi jarak jauh antara dokter dengan pasien.


Cara akses telemedicine ini bisa menggunakan telepon seluler, internet, telepon rumah. Contoh spesifik telemedicine adalah layanan platform Halodoc.


2. Bidang Pemerintahan


Dalam pemerintahan juga telah diimplementasikan cloud computing. Saya akan mencontohkan satu saja ya, yaitu: aplikasi Info BMKG. Aplikasi ini mempunyai fungsi untuk pemantauan cuaca, data petir, citra satelit dan lain sebagainya. Info BMKG ini menggunakan layanan private cloud yang dimiliki oleh pemerintahan.


Untuk lebih jelasnya mengenai aplikasi Info BMKG silahkan mengunduh langsung aplikasi Info BMKG di Google Play Store / Apple Store.


3. Bidang Pendidikan


Layanan pendidikan terpadu juga telah menerapkannya. Layanan cloud computing bisa kamu lihat dalam Google Apps milik Google. Berikut ini apps yang menggunakan teknologi komputasi awan. Misalnya: Google for Education, Gmail, Google Calender, Google Docs, Google Maps dan Google Meets.


Semua apps dari Google tersebut dapat kamu gunakan secara gratis untuk keperluan sekolah maupun pendidikan yang lain. Tetapi, kamu perlu paham, apapun yang gratis pasti ada batasannya. Hehe.


4. Bidang Telekomunikasi


Kalau pada bidang telekomunikasi sudah pasti banyak. Dan kamu mungkin tnpa sadar pernah menggunakannya. Contoh yang sering digunakan pada bidang telekomunikasi seperti AWS, Google Cloud, penyedia Dedicated Server (Digital Ocean, HostGator). Untuk brand lokal, teknologi cloud computing juga telah diterapkan oleh TelkomCloud miliki oleh PT. Sigma Cipta Caraka.


Kelebihan dan Kekurangan Cloud Computing


Teknologi komputasi awan memang sangat hebat. Karena cloud computing dapat mengintegrasikan banyak hal secara efektif dan efisien. Akan tetapi, setiap teknologi baru pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut ini kelebihan dan kekurangan dari teknologi tersebut.

























KelebihanKekurangan
Mudah di akses dan fleksibel.Sangat ketergantungan pada koneksi internet.
Biaya layanan murah dan hemat di kantong.Keamanan data menjadi faktor krusial.
Mudah dalam menjalankan  manajemen storage.Data tersimpan di lokasi yang jauh dari perusahaan sehingga rawan terjadi sabotase.
Data terintegrasi dan real-time.Butuh operator yang paham dengan teknologi internet dan jaringan.

Kesimpulan


Dengan membaca artikel ini, semoga kamu mendapatkan pengetahuan dasar yang lengkap dan komprehensif. Mulai dari definisi cloud computing hingga contoh penerapannya di zaman sekarang. Jika kamu tertarik mengenai komputasi awan maka pelajarilah secara sungguh-sungguh. Di masa mendatang, banyak perusahaan yang membutuhkan pekerja ahli di bidang komputasi awan.


Akhir kata, apakah ada informasi penting yang saya lewatkan? Jika iya, tolong ingatkan saya melalui kolom komentar ya. Jika kamu suka artikel semacam ini, tolong share dan tinggalkan komentar. Dengan begitu, saya semakin bersemangat membuat artikel menarik dengan tema besar lainnya.


Next Post Previous Post